Mengenal Business Model Canvas (1)

APLIKASI 1

Model bisnis menggambarkan secara rasional bagaimana organisasi menciptakan, mendeliver, dan mencapture value

KANAL.CO, Jakarta : Model bisnis saat ini berubah dengan cepat sesuai perubahan total dari landscape business. Model bisnis akan menentukan apakah kerjaaan bisnis bisa bertahan atau runtuh. Model bisnis Anda bisa memberi perbedaan antara keberhasilan di tingkat global dan kegagalan yang menyedihkan. Tanya saja orang-orang di balik Xerox914. Pada tahun 1959, prosess pengeringan pertama, foto kopi kertas polos, adalah pengubah permainan (game changer). Namun biayanya yang enam kali dari harga produk alternatif membuat mitra potensial urung menyentuhnya.
Karena itu, perusahaan kemudian mengembangkan model bisnis baru. Ketimbang menjual mesin fotocopy, mereka menyewakan mesin itu dengan tarif US$95 per bulan dan mengenakan tarif beberapa sen per copy untuk pengerjaan lebih dari 2.000 lembar copy per bulan. Berkat kecepatan dan kenyamanan mesin 914 ini, pelanggan bisa segera mengcopy puluhan ribu lembar dalam periode yang sama. Mesin fotocopy yang tadinya tidak bisa dijual tiba-tiba menjadi mesin pencetak uang.

Alexander Osterwalder ingin memantik pemikiran semacam itu dengan mengembangkan metode untuk melakukan hal itu. Business Model Canvas (Kanvas model bisnis)nya, yang berupa template grapis sederhana, menggambarkan 9 komponen yaitu Customer Segments, Value Propositions, Distribution Channels, Customer Relationship, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partnership, dan Costs Structure.

Setiap elemen mewakili cakupan bisnis secara penuh, sedangkan tata letak membuka pemikiran bagaimana setiap elemen menyatu satu dengan lain. Anda bisa mengisi kanvas di papan tulis sebagaiman dijelaskan di buku Osterwarlder dan Yves Pigneur, Business Model Generation. Atau Anda bisa bermain secara interaktif menggunakan aplikasi Business Model ToolBox untuk iPad.
BUSINESS MODEL CANVAS
Kanvas Model Bisnis dari Alexander Osterwalder
Osterwalder, pengusaha ceking asal Swis, yang meraih gelar Doktor dari Universitas Lausanne, menciptakan Kanvas Model Bisnis setelah melakukan studi literatur atas seluruh model bisnis yang ada.“Begitu banyak definisi,” jelasnya. “ Kami mensintesakan setiap elemen menjadi model baru dengan menempatkan hal-hal yang paling penting. Kemudian kami mengujinya dengan melibatkan para pengusaha.”
Ide tersebut kemudian menyebar secara cepat mulai dari Eropa Utara hingga AS . 3M dan Deloitte ikut menerapkan metode ini, yang diadopsi dari gerakan Lean Startup. Steve Blank lalu memasukkannya ke dalam program kewirausahaan.
Metode Osterwalder itu memberi kejelasan dan kesederhanaan terhadap topik tradisional yang masih kabur. Penggunaan aplikasi di iPad memungkinkan mengambar dan mengevaluasi model bisnis dalam beberapa menit dengan cara menempatkan catatan yang ditempel di Kanvas.Kemudian mengkaji opsi dan mengisinya dalam angka-angka perkiraan. Dengan mengetuk layar tablet, Osterwalder secara cepat menunjukkan aplikasi seharga US$29 tersebut tidaklah mungkin menciptakan bisnis yang layak. Karenanya, dia menambahkan perangkat online yang sesuai dengan cara berlangganan bulanan.

Aplikasi Model Bisnsi ToolBox di iPad
Osterwalder memakan sendiri kerak tipis Pizza miliknya. Dia dan Pigneur mendesain model bisnis yang unik untuk Business Model Generation. Mereka mengundang anggota komunitas Business Model Hub nya untuk berkontribusi secara gratis dan kemudian berkembang lewat tulisan. Komunitas tersebut merevisi teks, desain, dan struktur untuk persiapan soft launching tatap muka di Amsterdam. Dengan demikian, buku itu mempunyai 470 penulis yang dibayar untuk sebuah peluang sebesar US$243.

Menurut pandangan Osterwalder, aplikasi dan berikutnya portal: Strategyzer.com, merupakan awal dari generasi baru perangkat lunak bisnis yang lebih didedikasikan untuk memformulasi strategi ketimbang mengeksekusinya. Perangkat ini akan membantu eksekutif menemukan bisnis model baru, merevisinya untuk menjawab tantangan dari perubahan, serta mengelola portofolio dari bisnis yang berbeda dalam sebuah korporat yang besar.
Mulai dari sekarang, renungkan: Dengan Kanvas Model Bisnis cukup sederhana untuk menggambar di papan tulis dan cukup kuat untuk memfokuskan kembali cara Anda melihat bisnis.

Sumber:
(1)Ted Greenwald Contributor/http://www.forbes.com/sites/tedgreenwald/2012/01/31/business-model-canvas-a-simple-tool-for-designing-innovative-business-models/#2663ed1377c8
(2) Business Model Generation, 2010 (Alexander Osterwalder & Yves Pigneur)

Video Gallery

contoh iklan layanan masyarakat devianart 1

contoh iklan layanan masyarakat makanan