Presiden Rombak Minor Kabinet Kerja

LANTIK 6

KANAL.CO, Jakarta
: Presiden Joko Widodo kembali merombak Kabinet Kerja secara minor dengan menetapkan Idrus Marham sebagai Mensos menggantikan Khofifah Indar Parawansa dan menunjuk Jend (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) menggantikan Teten Masduki.


"Urusan di Kementerian Sosial banyak sekali. Seperti sekarang PKH [Penerima Keluarga Harapan] meloncat dari 6 juta menjadi 10 juta. Ini pekerjaan besar sekali, bukan hal yang mudah. Kemudian pembagian beras yang sekarang sebagian dipindah ke bantuan pangan nontunai, itu memerlukan penanganan yang tidak mudah," jelas Presiden kepada pers seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta (17/1).

Idrus Marham, Sekjen Golkar, menjadi anggota Kabinet Kerja dengan berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 10/P Tahun 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Sosial Kabinet Kerja Periode Tahun 2014-2019. Pria kelahiran Sulawesi Selatan 55 tahun lalu ini juga pernah menjadi anggota MPR pada 1997 dan anggota DPR untuk tiga periode berturut-turut mulai 1999.
Usai pelantikan, Presiden mengatakan kepada para jurnalis bahwa pengalaman yang dimiliki oleh Idrus Marham akan sangat berguna dalam kepemimpinannya di Kementerian Sosial. "Pak Idrus cocok di situ.”

Presiden melakukan reshuffle kabiner pertama pada 12 Agustus 2015 dengan mengganti 6 menteri sekaligus. Pada 15 Agustus 2016, Presiden Jokowi memberhentikan dengan hormat Arcandra Tahar dari posisinya setelah 20 hari menjabat atau masa jabatan menteri tersingkat sepanjang sejarah karena masalah kewarganegaraan ganda. Reshuffle kedua, dilakukan Kepala Negara pada 27 Juli 2016 dengan memberhentikan lalu mengangkat 12 menteri sekaligus dari 34 anggota Kabinet Kerja.
LANTIK 3

Pelantikan Pejabat Negara Lainnya

Bersamaan dengan pelantikan Idrus Marham sebagai Menteri Sosial, Kepala Negara turut melantik Marsekal Madya TNI Yuyu Sutisna sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) untuk mengisi posisi yang kosong setelah KSAU sebelumnya, Hadi Tjahjanto, diangkat sebagai Panglima TNI.

Pelantikan mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 2/TNI Tahun 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Udara. Ia juga diberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari sebelumnya Marsekal Madya menjadi Marsekal.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga melantik dua pejabat negara lainnya, yakni Jend (Purn) Agum Gumelar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Jend (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden menggantikan Teten Masduki.

Moeldoko mengaku baru tahu akan dilantik jadi Kepala Staf Kepresidenan dini hari tadi. Namun dia tidak mempersoalkan hal itu. "Bagi kami waktu masih berdinas, tugas adalah kehormatan, kehormatan adalah segala-galanya," tegasnya.

Agum Gumelar yang pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan di era Kabinet Gotong Royong ini dilantik dengan berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 12/P Tahun 2018 tentang Pengangkatan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Dirinya menggantikan posisi Hasyim Muzadi yang meninggal dunia pada Maret 2017.
Adapun Moeldoko yang pernah menjabat sebagai Panglima TNI dari tahun 2013 hingga 2015 dilantik dengan berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 11/P Tahun 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan.



Pertahankan Airlangga

Terkait posisi, Menperin Airlangga Hartarto yang kini terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar, Kepala Negara mengatakan,"Pak Airlangga ini di dalam sudah menjadi menteri. Ini tinggal satu tahun saja. Kalau ditaruh orang baru, kalau tidak cepat menguasai bisa setahun. “
Menurut Jokowi, Airlangga menguasai konsep makro industri dan mampu menyiapkan strategi industri hilirisasi ke depan.

Sementara itu, terkait dengan digantikannya Teten Masduki oleh Moeldoko selaku Kepala Staf Presiden, Kepala Negara menegaskan bahwa dirinya akan memberikan penugasan baru kepada yang bersangkutan. "Pak Teten sekarang ada di dekat saya setiap hari, Koordinator Staf Khusus," jelasnya.

Sumber: Biro Pers Setpres dan sumber lain

Video Gallery

contoh iklan layanan masyarakat devianart 1

contoh iklan layanan masyarakat makanan