Merawat Heritage De Tjolomadoe

CALOMADU 5

KANAL.CO, Jakarta
: Sinergi lima BUMN sukses menyulap aset milik PTPN IX, Colomadu dan kini berganti nama menjadi De TJolomadoe, yang terbengkalai selama 20 tahun menjadi kawasan wisata seni berkelas internasional di Karang Anyar,Solo, di tengah kritikan sejumlah seniman dan gugatan legal dari Keluarga Pura Mangkunegaran.

Pabrik Gula Colomadu yang berusia 157 tahun itu berada di Kabupaten Karanganyar, Solo. Jaraknya cuma sekitar 10 menit perjalanan dari Bandara Adi Soemarmo. Pabrik gula ini berdiri pada tahun 1861 atas prakarsa Mangkunegaran IV. Pada 1928, sempat terjadi perluasan area dan juga sedikit perombakan arsitektur.
Sempat berhenti beroperasi pada tahun 1998, eks pabrik Gula Colomadu kini bersalin rupa menjadi lokasi wisata budaya yang terdiri dari kafe, ruang pamer, hall untuk konser, dan beragam fasilitas edukasi menarik dengan tanpa menghilangkan suasana asli pabrik gula lawas.

Menteri BUMN Rini Suwani melakukan Soft launching De Tjolomadoe dengan menggelar konser kelas dunia bertajuk "Hitman David Foster and Friends" pada Sabtu,23 Maret. Konser tersebut menghadirkan penyanyi internasional dan lokal seperti David Foster, Anggun C Sasmi, Brian McKnight, Yura Yunita, Dira Sugandi, Sandhy Sondoro, dan band IV of Spades. Presiden Joko Widodo kemudian meresmikan wahana bersejahtera itu pada 29 Maret 2018.
Sinergi 4 BUMN
Renovasi Colomadu yang memakan waktu 351 hari dan sudah digagas Jokowi sejak menjadi Walikota Solo, akhirnya terwujud lewat sinergi 4 BUMN yang membentuk PT Sinergi Colomadu . Keempat BUMN itu adalah PT PP (Persero) Tbk, PT PP Properti Tbk, PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko (Persero), dan PT Jasa Marga Properti membentuk joint venture dengan nama PT Sinergi Colomadu. Sebetulnya lima yaitu PTPN IX, selaku pemilik aset.



Kritik Seniman & Gugatan Mangkunegaran

Di tengah upaya renovasi Colomadu yang masih berlangsung,seniman asal Solo, Sardono W. Kusumo mengkritik Colomadu hanya menjadi Wahana Konser. Menurut dia, Colomadu merupakan tempat yang menarik untuk dijadikan site-specific performance, pementasan karya seni yang dibuat dengan mengambil inspirasi dari situs yang dipakai sebagai lokasi pertunjukan.
Soalnya, kata dia, Colomadu bukan sekedar bangunan tua, tapi menyimpan spirit sejarah, nilai, buday, hingga ilmu pengetahuan.
Colomadu pernah menjadi produsen gula terbesar di dunia di zamannya.

Di luar seniman, pihak Keluarga Mangkunegaran menilai lahan Colomadu masih milik KGPAA Mangkunegara IX. Mereka juga sudah melayangkan gugatan kepada PTPN IX, namun kalah di tingkat MA pada 2014.
Alqaf Hudaya, ketua Tim Penataan Aset Mangkunegaran (PAM), menyatakan bahwa pihaknya memiliki bukti kuat berupa dokumen sejarah kepemilikan, catatan administrasi pengelolaan, dan juga peta domain Mangkunegaran. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa pihak Mangkunegaran sama sekali tidak berniat merebut lagi sepenuhnya Pabrik Gula Colomadu, melainkan hanya ingin mencari solusi terbaik. Menurut Alqaf, seharusnya pihak pemerintah melakukan komunikasi dengan pihaknya sebelum menjalankan proses revitalisasi Colomadu.
Mereka juga sudah menghubungi pihak pemerintah dan mengirimkan surat kepada presiden. Namun demikian, sampai saat ini masih belum ada tanggapan yang memuaskan.

COLOMADU 4

Posisi Legal PTPN IX

Dirut PTPN IX Iryanto Hutagaol menilai gugatan Keluaga Mangkunegaran salah alamat. Menurut dia, pengembangan wilayah De Tjolomadoe sudah sesuai dengan peraturan yang mendasari kepemilikan dan proses sertifikasi Hak Guna Bangunan (HGB) dengan pemegang hak PTPN IX (Persero).
“Semua sudah sah. Dalam prosesnya sudah sesuai dengan peraturan-peraturan yang mendasari kepemilikan termasuk Hak Guna Lahan,” tegas Iryanto kepada media di Jakarta (26/3).

Dia mengakui bahwa aset PG Colomadu semula memang dimiliki
oleh Mangkunegaran, namun dengan adanya nasionalisasi perusahaan perkebunan pada awal kemerdekaan, aset tersebut telah diserahkan kepada pemerintah. Hal ini tercantum di dalam
Dokumen Pertelaan Penyerahan kekuasaan atas Perusahaan dalam Benda Milik Negeri Mangkoenegaran kepada Pemerintah Republik Indonesia tertanggal 15 Juli 1946 yang didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 3 dan 4 tahun 1946.

PTPN IX, lanjut Iryanto, menjamin akan menjaga keaslian bangunan Colomadu di atas lahan seluas 19, 7 hektar sebagai cagar budaya nasional.
“Tujuan pengembangan wilayah eks pabrik gula Colomadu akan memberi manfaat positif bagi ekonomi masyarakat sekitar,” kata dia. Colomadu, tambah Iryanto, bisa menjadi destinasi wisata heritage alternatif terbaru di Surakarta dan Jawa Tengah yang dapat difungsikan juga sebagai pusat kebudayaan, concert hall serta area komersial untuk makanan/minuman maupun kerajinan tangan.

COLOMADU 3

Video Gallery

contoh iklan layanan masyarakat devianart 1

contoh iklan layanan masyarakat makanan