88 Start-up RI didanai US$1 M

CREATIVITY 3 

KANAL.CO, Jakarta : Jumlah start-up Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara (2.000 start-up). Menurut Tech in Asia Indonesia, selama 2016 ada 88 start-up Indonesia yang mendapat pendanaan lebih dari US$947,5 juta atau hampir US$1 miliar.

 

Jumllah 88 start-up (usaha rintisan), tambah Tech in Asia Indonesia (www.techinasia.com), meningkat dari 62 start –up selama 2015.
Aplikasi Go-Jek yang didirikan Nabiel Makarim tercatat mendapat pendanaan terbesar yaitu U$550 juta (sekitar Rp7,5 triliun) dari sejumlah investor seperti KKR, Warburg, Pincus, dan Sequoia. Berikutnya, Tokopedia meraih dana US$147 juta (Rp2 triliun) dan MatahariMall dari Grup Lippo (US$100 juta atau Rp1,3 triliun).

Aplikasi e-commerce (toko online) tetap menjadi ‘primadona’ untuk dikucuri dana oleh angle investor selama 2016 yaitu 19%. Namun popularitas toko online mulai terkejar aplikasi financial technology (fintech) yaitu 13%—aplikasi yang menarik minat industri keuangan di Indonesia. Bank Mandiri dan BCA bahkan menyelenggarakan kompetisi fintech bagi kalangan pengusaha muda. Aplikasi jasa profesional mendapat pembiayaan 8% dan berbagai jenis aplikasi (61%) dari total pendanaan hampir US$1 miliar.

CREATIVITY 6

2.000 start-up Tertinggi di Asean
Perkembangan ekosistem start-up ini tentu saja sangat menggembirkan. Menurut BEKRAF, Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara yang memiliki start-up terbesar yaitu mencapai 2.000 usaha. Angka tersebut diprediksi terus meningkat hingga 6,5 kali lipat pada 2020.
Sayangnya, tingkat kesuksean usaha rintisan di Indonesia masih kecil yaitu di bawah 10%. Ada sejumlah penyebab, minimnya angka sukses start-up di Indonesia.
Pertama, Kesiapan. Pendiri usaha rintisan umumnya berusia 23-30 tahun.Mereka umumnya belum siap dan paham dunia bisnis ketika memulai usaha.
Kedua, pengelolaan aset. Tidak ada pemisahan antara aset pribadi dan aset usaha rintisan. Hal ini bisa menimbulkan konflik di masa depan.
Ketiga, produk tidak sesuai dengan kebutuhan pasar. Menciptakan produk yang memberikan solusi kepada masyarakat adalah inti dari usaha rintisan.
Intinya, usaha rintisan di Indonesia, terjadi juga di dunia, adalah trial and error. Kendati, hal ini sejalan dengan model bisnis saat ini, lean start-up.

Gerakan 1.000 Start-up
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sudah meluncurkan Gerakan Nasional 1.000 Start-up Digital (https://1000startupdigital.id/i/) atau Proyek Kibar. Tujuannya, menciptakan 1.000 startup digital pada tahun 2020 dan sudah diluncurkan pada Juni 2016.
"Visi Presiden adalah Indonesia menjadi bangsa pemegang ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Valuasi bisnisnya (bisa mencapai US$10 miliar hingga 2020 mendatang," kata CEO Kibar Yansen Kamto saat acara kick-off Gerakan 1.000 Startup Digital, Jumat (17 Juni 2016).
Untuk tahap awal, gerakan 1.000 startup ini akan dilaksanakan di 10 kota, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak.
Melihat komitmen yang kuat dari berbagai pihak yaitu pemerintah, pelaku usaha rintisan, dan komunitas, kita berharap program strategik ini bisa sukses. Semoga.

Sumber: Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), https://id.techinasia.com/infografis-87-startup-indonesia-yang-meraih-pendanaan-di-tahun-2016 dan sumber lain.

Video Gallery

contoh iklan layanan masyarakat devianart 1

contoh iklan layanan masyarakat makanan