Beyond IQ: Sukses Tokoh Dunia

RICHARD
Richard Branson, CEO Virgin Group

KANAL.CO, Jakarta: Temuan terbaru yang mengejutkan ternyata sejumlah tokoh paling sukses di jagat ini dinilai tidak berbakat (ungifted) jika mengacu pada pengukuran IQ tradisional.
Scott Barry Kaufman mengungkapkan hal ini dalam bukunya, Ungifted: Intelligence Redefined, yang merevaluasi asumsi serta kekuatan dan kelemahan intelektual setiap orang.

Kaufman mempertegas hipotesis bahwa kesuksesan sejumlah tokoh papan atas bukanlah semata-mata karena faktor intelegensi. Namun kombinasi dari sejumlah variabel seperti kerja keras, disiplin fanatik, kreativitas empiris, paranoid produktif, serta keberuntungan.

Insight lainnya yang menarik, sejumlah tokoh junius seperti Picasso, Leondardo da Vinci, Michelangelo, Andy Warhol, Tommy Hilfiger, CEO Virgin Atlantic Sir Richard Branson dan CEO Cisco John Chambers ternyata memiliki sisi lemah yaitu menderita dyslexic.
Dyslexic merupakan ketidakmampuan pembelajaran secara spesifik (specific learning disability) yang berkaitan dengan kelainan saraf di otak. Indikasinya, sulit mengenal huruf secara akurat dan lancar, selain pola pengejaan serta decoding yang parah.

Bocah Terkebelakang
Selagi masih di sekolah dasar, prestasi Kaufman relatif tertinggal dibandingkan teman-temannya. Penyebab utamanya adalah infeksi telinga yang dideritanya saat masih belajar berjalan yang menyulitkan dia memproses kata-kata di secara aktual.

Ketika mengikuti tes IQ di usia 11 tahun, kecerdasannya tergolong ‘jongkok’. Dia harus mengulang kelas 3 dan mengikuti program khusus untuk anak-anak yang ‘terbelakang’.
Namun dia berjuang keras dan akhirnya masuk dalam deretan anak-anak berbakat di SMA karena dukungan guru-gurunya. Puncaknya, Kaufman mendapat gelar doktor psikologi di Yale University dan meraih beasiswa Gates untuk belajar di Cambridge.

Kaufman, yang kini menjadi asisten profesor psikologi di NYU, mendedikasikan hidupnya untuk mengkaji cara mengukur intelegensi, khususnya pada anak-anak.

Di buku barunya Ungifted, dia mencermati beberapa atribut personal yang berbeda yang memberi kontribusi kesuksesan seseorang saat dewasa. Banyak hal tidak terkait dengan IQ. Bahkan, studinya menunjukkan anak-anak yang junius tidak selalu memiliki IQ yang selangit. Contohnya, pemusik muda junius yang tampil bersama Wynton Marsalis di Lincoln Center dan menghasilkan tiga film tanpa pelatihan komposisi secara formal memiliki IQ lebih rendah dari 97% penduduk AS.

TOMMY
Tommy Hilfiger

Outliner: 10.000 jam
Malcom Gladwell memiliki istilah untuk manusia langka (freak atau nerd) ini dengan outliers. Individu-individu yang membenamkan dirinya lebih dari 10.000 jam di usia muda di bidang yang menjadi minatnya. Contohnya, Bill Joy, pendiri Sun Microsytems dinilai sama hebatnya dengan Bill Gates. Siswa junius pemain biola di akademi musik elit di Berlin melalap 10.000 jam latihan sebelum usia 20 tahun. Bobby Fisher, pecatur dunia, menghabiskan waktu 9 tahun untuk mencapai tingkat elit (kurang dari 10.000 jam).

The Beatles—John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Star—sebelum sukses di Amerika, 1964, rutin bermain di klub malam di Hamburg selama 8 jam, 7 kali seminggu selama 1.200 kali (1960-1964). “Kami menjadi lebih percaya diri karena mendapat pengalaman bermain sepanjang malam,” jelas John Lennon.

Rafael Nadal, pemegang gelar French Open 9 kali asal Spanyol, berlatih tenis secara keras sejak 4 tahun. Rahasia suksesnya, menurut paman sekaligus pelatihnya Tony Nadal, “hanyalah kerja keras.” Terlepas dari talentanya, kegiatan Nadal adalah berlatih dan berlatih.

Herb Kelleher (mantan CEO Southwest Airlines) seperti halnya Richard Branson dikenal sebagai CEO yang ‘urakan’ (freak).Namun berfokus pada ‘kegilaannya’ sebagai suatu keanehan akan menghilangkan substansinya, kata Jim Collins di bukunya Great by Choice. Kelleher tidak aneh untuk menjadi aneh. Dia berprilaku aneh secara konsisten untuk menjiwai kultur perusahaan, persis aktor jempolan yang sempurna memainkan perannya selama di atas panggung.

Dia juga seorang monomaniak sejati dalam membangun Southwest Airlines. Kelleher tidak pernah rehat dalam perjalanan untuk menjadikan Southwest sebagai maskapai murah dan bersemangat tinggi, yang memenangkan setiap pertempuran dengan para pesaing.

“Di waktu senggang, saya bekerja. Tujuh hari seminggu,biasanya sampai pukul 8 atau 9 malam,” kata mantan pengacara ini pada 1987. Kemudian berhenti sebelum tidur untuk membaca ribuan buku yang tersebar di rumahnya.
Seperti halnya mantan CEO GE Jack Welch, Kelleher meninggalkan dua warisan yaitu nilai tambah kepada pemegang saham dan banyak calon pemimpin Southwest Airlines.

Kelleher itu seperti Muhammad Ali. Dia menggabungkan intensitas yang luar biasa serius dengan tampilan luar yang bombastis dan komikal. Kita mungkin bisa tertawa melihat Kelleher, persis melihat menampilan Ali saat jumpa pers. Namun, kita kemudian bisa tersudut habis-habisan jika berani berlaga di ring tinju.

ANDY
Andy Warhol

Nassim Nicholas Taleb, penulis Black Swan, menyebutkan semakin banyak faktor ketidakpastian menanti di masa depan yang sulit diprediksi (black swan). Dia menunjukkan kasus 11 September 2002. Karena itu, menurut Jim Collins, ketidakpastian memerlukan pemimpin yang paranoid produktif untuk mengantisipasi skenario terburuk. Kesukseskan pemimpin di perusahaan hebat (great) adalah mengkapitalisasi keberuntungan menjadi hasil yang maksimal atau ROL (return of luck).
Bill Gates, pendiri Microsoft, adalah contoh nyatanya. Tentu saja faktor lain seperti disiplin fanatik yaitu berjuang keras di saat sulit, dan tidak tergoda keluar jalur (terlalu ekspansif) saat periode emas.

4 Tips Reframing Keahlian
Kembali ke buku Kaufman. Banyak pelajaran yang bisa diperoleh dari buku ini terkait kemampuan bawaan sejak lahir yang bisa dioptimalkan saat dewasa. Ada empat tips untuk mereframing keahlian Anda untuk menghasilkan kinerja yang optimal.

(1)Kelemahanmu, mungkin terkait dengan kekuatanmu.
Di Ungifted, Kaufman mendiskusikan istilah gerakan “neurodiversity”—kondisi di saat penamaan autism dan dyslexia yang sering dipersepsikan secara jelek, kemungkinan bisa menjadi keuntungan dalam banyak cara. Neurodiversity mengacu pada ide bahwa pengalaman setiap orang di dunia relatif berbeda berdasarkan atribut syarafnya (neurology).

Ada riset yang menunjukkan para pengidap dyslexic memiliki inteligen yang cukup tinggi, dan mereka juga bisa sukses sebagai pengusaha. Pasalnya, mereka terbiasa menyelesaikan pekerjaan dengan caranya sendiri serta menemukan pekerjaan di sekitarnya. Contohnya, Picasso, Da Vinci, Michelangelo, Chuck Close, Andy Warhol, dan Tommy Hilfiger. Tokoh dyslexic yang paling terkenal adalah Richard Branson and Cisco CEO John Chambers.

Jadi, walaupun anda dipanggil neurotypical, Anda masih bisa mengambil pelajaran: Jangan persepsikan kelemahan Anda sebagai sesuatu yang jelek. Tapi, camkanlah, mereka merupakan refleksi dari sejumalah kekuatan.

(2) Menginspirasi diri sendiri
Manusia yang terinspirasi lebih terbuka terhadap pengalaman baru dan lebih mau di-driven. Namun inspirasi juga penting untuk membuat kemajuan ke arah tujuan. Kaufman menyebut cara Anda untuk mendapat suasana yang inspiratif, yang bisa memberikan kontribusi terhadap sukses Anda. Undang memori yang menginspirasi, role model, atau cerita.

(3) Mendorong otonomi di diri sendiri
Kaufman menemukan siswa belajar lebih baik ketika mereka merasa memiliki pilihan terhadap tindakannya [bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri]. Pilihlah kata-kata seperti ‘Anda bisa ‘ dan ‘jika Anda memilih’ ketimbang memberikan kesan mengontrol mereka lewat frase ‘Anda harus bisa’. Artinya, jika kita menuntut kerja kreatif yang terbaik, kita harus memberikan kebebasan otonomi kepada mereka.

(4) Stop bicara negatif
Ketika anak-anak menegaskan dalam pikirannya bahwa mereka memiliki kapasitas untuk mengerjakan sesuatu dengan baik, kinerjanya akan lebih baik dibandingkan anak-anak yang mengatakan kapasitas mereka cuma pas-pasan.
Karena itu, stop mengakomodir pesan negatif dari diri sendiri. Penegasan bahwa kita mampu menemukan cara sendiri akan menyebabkan kita tidak membutuhkan orang lain untuk menavigasi.

Video Gallery

contoh iklan layanan masyarakat devianart 1

contoh iklan layanan masyarakat makanan