CEO Eksentris & Ambisi Korporat (2)

2JOBS 1

The difference between stupidity and genius

is that genius has its limits
-Albert Eistein

KANAL.CO, Jakarta : “Kegilaan” perlakuan sejumlah CEO pada pekerjaan dan karyawan berjalan seiring dengan ambisi total untuk perusahaan. Ketulusan dan kesederhanaan menjadi pelengkap dan magnet dari aura natural mereka.

Steve Jobs (alm) sangat tergila-gila pada hal detail kesempurnaan khususnya untuk desain produk Apple (iphone, ipad). Dia fanatik diet berlebihan dengan cuma mengkonsumsi apel dan sayuran. Jobs didaulat Jack Welch (eks CEO GE) sebagai CEO terbesar sepanjang masa. Awal 2013, riset Morten T. Hansen, Herminia Ibarra, dan Urs Peyera (HBR) menobatkat pendiri Apple itu di peringkat pertama 100 The Best-Performing CEOs in the World.Di tangan Jobs, kapitalisasi pasar Apple menembus US$358 miliar.

Sederhana ala Buffet
Warren Buffet (pemilik Berkshire Hathaway), manusia terkaya ke-4 di planet ini (US$53,5 miliar) memilih jalan hidup sederhana. Dia tetap memilih tinggal di rumah kecil dengan 3 kamar di tengah kota Omaha. Rumah itu dibeli 50 tahun lalu saat baru menikah. Masih rajin menyetir sendiri kemana-mana, dia tidak memiliki sopir maupun pengawal.

Buffet juga tidak pernah menggunakan jet pribadi untuk bepergian, kendati tersedia jet pribadi di perusahaannya. Saat bertemu Bill Gates, pertemuan yang semula dijadwalkan cuma setengah jam molor menjadi 10 jam. Gates pun terpesona.
Jeff Bezos (pendiri Amazon.com) lain lagi. Dia dinilai micromanager karena terlalu gila (freak) control mirip Steve Jobs. Bezos, milyader no-19 terkaya di dunia versi Forbes (US$25,2 miliar), ingin tahu mulai dari rincian setiap kontrak Amazon dengan pihak lain, sampai kutipannya di press release.

2 Warrent BUFFET
Prioritaskan Karyawan
Herb Kelleher (mantan CEO Southwest Airlines) sangat percaya pentingnya untuk menjaga kultur bersemangat, cinta keriangan, gairah, dan anti kemapanan di tempat kerja. Kultur itu akhirnya akan menular saat karyawan melayani pelanggan.
Bagi dia, karyawan yang datang pertama, baru pemegang saham dan pelanggan. Karenanya, karyawan harus dilayani yang pertama.

Kelleher tidak segan mengunjungi hanggar pada pukul 2 pagi buta dengan topi bunga berekor bulu dan baju ungu. Ketika diminta menghiasi sampul majalah Texas Monthly, mantan pengacara ini berdandan dan bergaya ala Elvys, disamping judul “Herbie Goes Bananas (Herbie Jadi Gila).”Saat bertikai dengan Steven Aviation, dia mengajak CEO Steven kontes adu panco di arena yang dihadiri ratusan karyawan dan hiasan pompom.

Hasilnya, Kelleher menjadikan Southwest Airlines mencapai penjualan US$15,6 miliar dengan nilai pasar US$6,4 miliar . Hebatnya, low cost carrier yang mempunyai 45.392 pegawai itu tetap mencatat keuntungan selama 39 tahun tanpa jeda.
Peter Lewis (CEO Progressive) Insurance) memiliki kepribadian unik, bak bintang rock tanpa keahlian musik. Lewis meneken surat tahunannya kepada para pemegang saham dengan kalimat aneh: “Kebahagian, Cinta, dan Damai--Peter B.Lewis.
Pada salah satu hari Halloween, dia masuk ke rapat dewan dengan busana Lone Ranger, menembakkan pistol mainan ke musik William Tell Overture.

Kampanye ugal-ugalan juga ditempuh Michael O’Leary (CEO Ryanair). Bos Ryanair itu berdandan ala Santo Patrick saat mendarat bandara Stansted, Inggris dengan menggunakan tank. Dalam laporan tahunan 2003, dia berpose sebagai “Michelle”, pelayan Prancis. Dia bahkan mengusulkan penerbangan berdiri di pesawat Ryanair.
Terlepas dari prilaku urakan, para CEO di atas mendedikasinya dirinya pada satu tujuan utama, menjadikan perusahaan yang benar-benar hebat. Dan mereka membangun perusahaan untuk menjadi hebat tanpa diri mereka.

Video Gallery

contoh iklan layanan masyarakat devianart 1

contoh iklan layanan masyarakat makanan