7 Kiat Bahagia di Masa Pensiun

TUA

KANAL.CO, Jakarta
: Setiap individu pada akhirnya akan memasuki masa pensiun atau masa tidak aktif lagi bekerja dan lebih banyak menikmati hidup. Periode tersebut bisa berbeda-beda untuk setiap individu, ada yang mengalami sejak 40 tahun atau setelah 60 tahun.


Di Indonesia, usia pensiun sesuai UU No.11/ 1992 adalah 55 tahun kendati untuk profesi tertentu seperi Dosen di Universitas bisa hingga usia 70 tahun.
Dalam memasuki masa pensiun, setiap orang perlu melakukan persiapan secara baik, apakah dari aspek fisik, psikologis dan keuangan. Untuk aspek keuangan, solusinya adalah adanya perencanaan dana pensiun.
Menurut penelitian Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LDUI) pada tahun 2030 jumlah lansia di Indonesia mencapai 41 juta jiwa atau 1 dari 7 penduduk Indonesia berusia lanjut. Dan pada tahun 2050, jumlah lansia meningkat lagi menjadi 69,5 juta jiwa.
Agar hidup kita tetap tenang dalam menjalani masa pensiun, diperlukan perencanaan pensiun sejak dini. Sebab, beberapa pos pengeluaran bisa saja melonjak seperti biaya kesehatan, travel, hobi, makanan dan minuman. Berikut kiat melakukan perencanaan dana pensiun:

Pertama, disiplin diri untuk menabung dan berinvestasi sejak dini. Paksakan diri untuk menyisihkan setiap dana yang diterima untuk disimpan guna persiapan dana pensiun dan investasi. Jangan terpaku pada program dana pensiun dari perusahaan tempat kita bekerja lewat Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

SAVING

Kedua, meningkatkan kompetensi diri termasuk mengikuti seminar, kursus, bahkan sekolah lagi untuk meraih S2 bahkan S3. Komptensi yang tinggi sangat berguna di usia pensiun jika kita ingin tetap aktif berkarya.

KOMPETENSI

Ketiga, mengikuti program dana pensiun dari kantor tempat kita bekerja lewat program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Melalui program ini, perusahaan dan karyawan akan bersama-sama membayar iuran DPLK setiap bulannya, kisaran alokasi 5% – 10% dari penghasilan bulanan dasar, selama kita masih bekerja di perusahaan tersebut. Manfaat pensiun umumnya dapat dicairkan ketika karyawan peserta DPLK berusia 55 tahu atau memasuki masa pensiun.

PENSION

Keempat, menggunakan produk investasi untuk dana pensiun. Pemilihan investasi tentu saja mempertimbangkan tujuan investasi, ketersediaan dana, horizon waktu dan profil risiko. Sejumlah aset investasi yang biasa ditanam seperti properti, logam mulia, toko, saham dan usaha waralaba (Indomaret atau Alfamart). Di masa pensiun, aset properti seperti rumah dapat disewakan sehingga bisa menjadi sumber pendapatan pasif.

PROPERTI

Kelima, memiliki tunjangan dan jaminan kesehatan. Pengeluaran kesehatan adalah salah satu pos yang akan banyak terjadi di masa tua. Oleh karena itu, memiliki dana untuk tabungan dan asuransi kesehatan adalah hal yang wajib. Bentuknya, BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan dari perusahaan asuransi swasta.

KESEHATAN

Keenam, tetap ingin bekerja. Ada alasan untuk memenuhi kebutuhan finansial. Tapi terkadang juga untuk memenuhi kebutuhan psikologis. Opsi yang dipilih adalah menjadi konsultan lepas, pegawai hononer, pengajar/ dosen atau menjalankan usaha sendiri. Jika memilih usaha sendiri sebaiknya sudah direncanakan sejak dini ketika masih aktif bekerja.

KERJA

Ketujuh, jangan tunda-tunda lagi mulailah dari hari ini. Mari kita rencanakan dana pensiun sejak dini. Agar hidup kita tenang dan tetap sejahtera di hari tua.
START

Video Gallery

contoh iklan layanan masyarakat devianart 1

contoh iklan layanan masyarakat makanan