Rahasia Berteman Dengan Emosi Negatif

ANGER
KANAL.CO, Jakarta : Kita sering melihat orang lain dan mengalami sendiri situasi tiba-tiba ‘meledak’ marah karena terpicu oleh emosi negatif . Misalnya, ketika kita terjebak di kemacetan atau bertengkar di jalan karena pengemudi lain menyalip jalur kita seenaknya.

Mengapa situasi semacam itu bisa terjadi? Mengapa orang yang sehari-harinya sabar, tiba-tiba terpicu menjadi ‘pemarah’?
Ada sejumlah faktor penyebab munculnya emosi negatif, menurut Chade-Meng Tan (penulis Search Inside Yourself) dan Jon Kabat-Zinn (penulis Wherever You Go, There Your Are: Mindfulness Meditation in Everday Life), dan ada tips sederhana untuk mengatasinya.

Apa Sebetulnya Emosi?
Emosi didefinisikan sebagai situasi psikologi yang kompleks yang melibatkan tiga komponen utama yaitu pengalaman yang bersifat subyektif, respons psikologi, dan respons prilaku (Hockenbury & Hockenbury, 2007).
Untuk memahami emosi secara tepat sejumlah periset telah mencoba mengidentifikasi dan mengelompokkan berbagai tipe emosi. (Kendra Cherry,)

Psikolog Paul Eckman pada 1972 menyimpulkan ada enam emosi dasar yang bersifat universal dari budaya manusia yaitu Ketakutan, Muak/ Jijik, Kemarahan, Terkejut, Kebahagiaan, dan Kesedihan. Pada 1999, dia kemudian menambahkan beberapa emosi dasar termasuk Memalukan, Kenikmatan, Penghinaan, Malu, Kebanggaan, Kepuasan, dan Kesenangan/ Hiburan.

Selama tahun 1980a, Robert Plutchik memperkenalkan pengelompokan emosi yang lain yang disebut “Roda Emosi”. Model ini menunjukkan bahwa emosi yang berbeda bisa dikombinasikan secara bersama-sama. Mirip campuran beberapa warna menjadi warna lain.
Plutchik mengatakan ada delapan dimensi emosi yang utama yaitu Kebahagiaan vs Kesedihan, Kemarahan vs Ketakutan, Kepercayaan vs Ketidakpercayaan, dan Kaget vs Antisipasi.

Emosi-emosi ini bisa dikombinasikan dalam berbagai variasi. Sebagai contoh, kebahagiaan dan antisipasi bisa memunculkan kesenangan (excitement).
SUPRISED

Pemicu Emosi Negatif.
Jika dicermati dari pengelompokan di atas maka emosi bisa dibagi menjadi dua yaitu emosi positif (seperti gembira dan kepercayaan) serta emosi ‘negatif’ (marah, sedih, dan ketakutan).

Kendati sebetulnya tidak ada emosi yang betul-betul negatif jika dikelola dengan baik. Soalnya, sebagaimana pemetaan Ned Hermann, pakar dominasi Otak dari AS, emosi merupakan salah satu fungi dari otak kanan. Sedangkan fungsi otak kiri lebih bersifat analitis-logis. Pemikiran yang baik dihasilkan dari keseimbangan fungsi kedua belahan otak.

Ada sejumlah penyebab pemicu situasi kecil yang menimbulkan respons emosional besar yang tidak proporsional. Pemicu, kata Chade-Meng Tan, memiliki sejarah panjang di belakang. Hal itu bisa saja tentang kesedihan, kegagalan, dan kekurangan kita yang tetap tersimpan di alam bawah sadar, yang hadir kembali ketika dipicu. Misalnya, ketika kita tidak yakin dengan kinerja kita di kantor, sebuah komentar dari Bos bisa menciptakan reaksi pemicu di dalam diri kita.
OTAK KANAN KIRI

Mengendalikan Emosi Negatif
Kendati tidak mudah, berikut lima langkah untuk mengendalikan emosi negatif yaitu :
(1)Berhenti (Stop)
Langkah pertama adalah berhenti. Kapanpun Kita merasa terpicu, berhenti saja. Jangan bereaksi selama satu momen.

(2)Bernafas (Breath)
Langkah kedua adalah memfokuskan pikiran kita pada nafas untuk mengalihkan pikiran pada emosi negative.

(3) Perhatikan (Notice)
Setelah bernafas dengan tenang, rasakan emosi kita dengan memperhatikan kondisi tubuh kita seperti di wajah, leher, bahu, dada, dan punggung. Rasakan kesadaran penuh.

(4)Renungkan (Reflect)
Sekarang mari kita renungkan, darimana sumber datangnya emosi tadi? Apakah ada sejarah di belakangnya? Apakah faktor kesedihan atau kegagalan kita terlibat di sini? Cobalah menganalisa penyebabnya dengan perspektif yang netral.

(5)Respons (Respond)
Akhirnya setelah menemukan faktor penyebabnya cobalah menghadirkan di pikiran kita respons yang paling baik dan positif.

Berteman Dengan Emosi Negatif
Pengelolaan diri termasuk emosi negatif pada akhirnya tentang bersahabat dengan emosi kita. Jangan biarkan emosi kita mengendalikan kita. Emosi negatif seperti kemarahan bukanlah kita. Dia bagian dari kita. Jangan musuhi mereka tapi jangan pula memberi makan monster (emosi negatif). Sebaliknya, tetap melihat aspek positif dari emosi negatif.

Prakteknya memang tidaklah mudah. Seperti halnya, Hulk, super hero raksasa hijau versi Komik Marvel yang sulit mengendalikan kemarahannya. Atau Robert De Niro sampai harus berkonsultasi dengan psikolog dalam film Anger Management.

Terlepas dari semua itu, proses bersahabat dengan emosi adalah proses belajar pengendalian diri secara terus menerus. Sebab, pada akhirnya, pengendalian diri yang baik akan melahirkan kepercayaan diri yang tinggi.

Video Gallery

contoh iklan layanan masyarakat devianart 1

contoh iklan layanan masyarakat makanan