Ritual Manusia Kreatif Sejagat (1)

KREATIF 3
KANAL.CO, Jakarta
: Peneliti Stanford University, awal tahun ini, menemukan, kemampuan seseorang untuk berpikir kreatif meningkat hampir 60% ketika mereka meninggalkan rutinitas untuk melakukan kegiatan di luar kebiasaan dan cenderung unik.


Sejumlah maestro seni di jagat ini memiliki ritual unik untuk menjaga energi kreatifnya. Beethoven dan Woody Allen memilih kebiasaan mandi. Charles Dickens dan kalangan komposer menyukai jalan kaki. James Cameron biasa mendengar musik saat menulis skenario film.

JAMES CAMERONRitual Harian Kerja Artis
Mason Currey, penulis Daily Rituals: How Artists Work mengungkapkan temuan mengejutkan seputar pola kerja dan ritual dari artis-artis yang paling kreatif dalam sejarah. (www.fastcreate.com)

Charles Dickens, novelis besar Inggris, menemukan inspirasi untuk beberapa karakter cerita yang terkenal saat ia berjalan-jalan di London. Dia menyebutnya 'lentera ajaib," dan akan menghabiskan berjam-jam waktunya mondar-mandir di jalan-jalan di London.

Novelis triller psikologi, Patricia Highsmith, misalnya, senang bekerja di tempat tidur dengan dikelilingi rokok, asbak, pemantik, kopi, donat dan gula secangkir penuh. Dia juga menegak alkohol sebelum anteng menulis, “sebagai pengantar menuju kondisi trance.
Curry mengungkapkan jadwal harian dari artis-artis junius, penulis, komposer, dan ahli filsafat—seperti Beethoven, Kafka, Chuck Close, dan John Cheever--cenderung serutin keistimewaannya.

Ritual yang paling mengejutkan muncul dari penulis awal abad ke-20, Thomas Wolfe. Dia tanpa sadar [maaf] menimang-nimang alat kemaluannya saat bekerja sebab kebiasaan itu menciptakan “perasanaan nyaman sebagai laki-laki” dan memantik energi kreatifnya.


Bahkan artis-artis yang paling awut-awutan seperti pelukis Francis Bacon--yang hidup dalam gelimang kenikmatan duniawi (hedonis) seperti rakus jika makan, menegak alkohol sampai mabuk, sering keluyuran dan pesta hingga dini hari--tetap menjaga jadwal rutin kerja setiap hari. Dia senang bekerja di penghujung hari.

Kegilaan CEO
Pola serupa juga terjadi di kalangan CEO/ eksekutif hingga entrepreneurs. Bill Gates, pemilik Microsoft, punya kebiasaan mengasingkan diri untuk berfikir. Tidak ada orang lain yang diizinkan bertandang ke pondoknya yang selama masa ‘pengasingan’ itu, bahkan anggota keluarga. Dua kali dalam setahun, Gates menggunakan waktunya untuk membaca hampir 100 makalah. Dari kegiatan tersebut dia memikirkan masa depan perusahaannya.

Psikolog John Hopkins University Medical School, AS, John D. Gartner penulis The Hypomanic Edge menemukan ada koorelasi kuat antara ‘kegilaan’/ hypomanic dan kelimpahan kesuksesan Amerika (American Dream).


Manusia hypomanic,menurut Gartner, menjadikan warga dan pebisnis AS relatif berbeda dari bangsa lain. Karakteristik hypomanic adalah penuh energi, kreatif, mampu berpikir cepat,impulsif, agresif, dan risk taker.

Dampak dari American Dream itu, 50 dari 338 pemenang Nobel menetap di AS. Sebanyak 70 dari 100 universitas terbaik ada di negeri itu. Manusia super kaya dan brilian di berbagai bidang di planet ini banyak yang berasal dari AS (seperti Bill Gates, Steve Jobs, Warren Buffet, Sergy Brin, Larry Page, dan Mark Zuckerberg).

Langkah-Langkah Kecil
Dalam sejumlah kasus, pekerja seni itu bekerja dalam durasi pendek. Gerturde Stein hanya bekerja 30 menit setiap hari. Beberapa penulis menilai 2-3 jam adalah durasi yang terbaik. Lebih dari itu, bisa mengganggu mood ritme kerja hari berikutnya.
Joseph Heller, penulis Catch 22 memilih menulis 2-3 jam di malam hari usai kerja seharian sebagai eksekutif periklanan di siang hari. Heller menikmati kedua kegiatan tersebut. “Saya tidak bisa membayangkan apa yang warga Amerika kerjakan di larut malam jika mereka tidak menulis novel,” tukasnya.
Ernest Hemingway menceritakan sisi lain soal itu dalam wawancaranya dengan Paris Review. Bagian terberat dalam hidupnya adalah bukan pada 3-4 jam saat menulis di pagi hari. Tapi mengisi sisa waktu di hari itu, “ di situ ada perasaan kosong [empty feeling],” ungkap Hemingway.
Mengapa hanya 3-4 jam? Pasalnya, pekerjaan seni seperti menulis, melukis, membuat komposisi musik dan skenario film membutuhkan tingkat konsentrasi dan energy kreatif yang tinggi.
Biasanya mereka memilih jeda dengan tidur siang, minum kopi, melakukan gerakan Yoga [Igor Stravinsky], atau berjalan kaki dalam jarak jauh [kalangan komposer].

Video Gallery

contoh iklan layanan masyarakat devianart 1

contoh iklan layanan masyarakat makanan